M1CRO
Micro

M1CRO

Mia 1 Cyber Reverenced Organization.
Wajah baru M1CRO
Kini M1CRO hadir dengan tampilan terbaru, memboyong warna putih sebagai warna utamanya. Kenapa warna putih?  yaa... ternyata membaca dengan halaman berwarna putih dan tidak terlalu banyak campuran warna membuat sebagian orang merasa lebih nyaman, terutama saya sendiri. Jadi itulah salah satu alasan saya membuat tampilan M1CRO terbaru ini dengan nuansa putih. Selain itu tampilan M1CRO yang sebelumnya juga terkesan terlalu sederhana dan membosankan jika terus dilihat.

Tetapi tetap saja, kualitas dari suatu blog adalah di lihat dari isinya, namun jika isi blog itu bagus sedangkan tampilan blognya tidak menarik juga siapa yang akan betah, kan?

Dengan bergantinya wajah M1CRO ini di harapkan para pengunjung akan semakin betah dan berlama-lama untuk membaca di blog ini.

Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan diri untuk datang dan membaca di blog ini, dan apabila ada kritik dan saran bisa di sampaikan langsung melalui fanspage Facebook kami atau mengirim email.

Apabila tampilan baru ini di rasa kurang nyaman, berilah kami kritikan sehingga kami dapat memperbaikinya secepat mungkin.
Kini M1CRO hadir dengan tampilan terbaru, memboyong warna putih sebagai warna utamanya. Kenapa warna putih?  yaa... ternyata membaca denga...
/ 16.08 / 0 Komentar
Masalah Lingkungan dan Kependudukan

Permasalahan lingkungan yang disebabakan oleh ulah manusia, pada umumnya akan menjadi momok yang menakutkan, apalagu kalau dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia. Lalu bagaimana pertambahan penduduk bisa menimbulkan permasalahan lingkungan? Saya akan mencoba menguraikan satu per satu permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini.

Sampah

 https://iemka21.files.wordpress.com/2011/06/tumpukan-sampah.jpg
Sampah merupakan sisa barang yang telah digunakan dan tidak dibutuhkan lagi. Lalu apa kaitannya dengan pertambahan penduduk? Bayangkan saja kalau anda minum sehari. Berapa banyak botol yang dibuang? Misal saja 2 botol. Dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia dan dunia. Itu baru botol, belum sampah lainnya seperti bungkus makanan, kertas, kantong plastik, dan sebagainya. Itu baru seharu, gimana kalau 1 bulan, atau 1 tahun. Bayangkan kalau jumlah penduduk Indonesia atau dunia berkembang cukup cepat, sehingga angka kelahiran (natalitas) sangat lebih besar dari angka kematian (mortalitas). Hal itu akan membuat bumi menjadi lautan sampah jika dibiarkan terus menerus

Polusi Udara

 https://blogmelianature.files.wordpress.com/2012/02/polusi-udara.jpg
Semakin banyak jumlah penduduk maka akan semakin banyak pula jumlah kendaraan, terutama motor. Dan kita lihat faktanya, hampir 1 orang memiliki 1 motor. Apabila hal semacam ini terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin bumi akan diselimuti kabut asap. Dampak lain terkait hal ini adalah kemacetan. Hal ini disebabkan oleh jumlah kendaraan yang semakin menggludak, bahkan 1 mobil yang mustinya untuk 3 orang, hanya dinaiki 1 orang.

Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau dan Lahan Pertanian

 https://ninarantiadewi.files.wordpress.com/2015/04/gambar-pemandangan-sawah-pesawahan1.jpg
Ruang terbuka hijau merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya global warming dan greenhouse effect. Saay ini, pemerintah juga sedang melakukan normalisasi berupa penggusuran rumah penduduk yang ilegal untuk selanjutnya dijadikan ruang terbuka hijau
Semakin banyak penduduk, tentunya semakin banyak pula kebutuhan tempat tinggal. Semakin banyak tempat tinggal maka akan semakin sedikit pula lahan pertanian. Maka, negara kita akan berhenti memproduksi beras dan melakukan impor beras.

Hutan Gundul untuk pemukiman

Kebutuhan teempat tinggal yang semakin banyak, juga akan membuat hutan gundul  semakin banyak. Akibatnya, pemanasan global aka teerjadi semakin parah.

Masalah Lain Kependudukan

  1. Berkurangnya lapangan kerja
  2. Meningkatya angka pengangguran
  3. Meningkatnya angka kemiskinan

Penanggulangan Permasalahan Lingkungan yang berkaitan dengan Pertambahan Penduduk


Masalah yang semakin rumit bisa diatasi dengan melakukan pencegahan atau penanggulangan. Masalah tanpa solusi, hanya akan membuat masalah semakin rumit. Solusi dari permasalahan lingkungan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Melakukan 3R (Reuse, Reduce, Recycle)

 https://alamendah.files.wordpress.com/2010/07/reduce-recycle-reuse.jpg
Sampah yang terlihay tidak berguna, bisa kita manfaatkan atau diolah kembali dengan 3R, yaitu Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse adalah menggunakan kembali barang bekas. Reduce adalah mengurangi penggunaan barang yang susah diurai. Recycle adalah melakukan daur ulang sampah.

2. Pencegahan Polusi Udara

 http://image.slidesharecdn.com/pencemaranudara-140127045515-phpapp02/95/pencemaran-udara-13-638.jpg?cb=1390798650
Pencegahan polusi udara bisa dengan cara-cara berikut ini.
  1. Program 1 rumah 1 kendaraan
  2. Program 3 in 1
  3. Menaikkan pajak/harga kendaraan
  4. Menggunakan kendaraan umum
  5. Menggunakan sepeda atau jalan kaki
  6. Menanam pohon di samping jalan
  7. Menerapkan Area No Smoking
  8. Tidak membakar sampah, melainkan menguburnya

3. Penanggulangan permasalahan Tempat Tinggal

http://transabled.org/wp-content/uploads/2015/09/rumah-susun.jpg
  1. Memakai rumah susun
  2. Mengurus IMB sebelum mendirikan bangunan.
  3. Mendirikan bangunan dengan tetap memperhatikan alam

4. Mengikuti Program KB

 http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/655521/big/KB1.jpg
KB (Keluarga Berencana) adalah sebuah program pemerintah melalui BKKBN  yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pertambahan jumlah penduduk yang begitu pesat. Program ini juga mencegah terjadinya kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi.

Untuk Judul ketiga insya allah akan saya ketik minggu depan. Lomba ini dipersembahkan oleh BKKBN.

Lomba Blog BKKBN Berhadiah Uang 15 Juta Rupiah

Permasalahan lingkungan yang disebabakan oleh ulah manusia, pada umumnya akan menjadi momok yang menakutkan, apalagu kalau dapat menimbu...
/ 15.04 / 0 Komentar
Antara Manusia dan Alam
Manusia sebagai makhluk hidup ciptaan tuhan yang sempurna dan diberikan akal pikiran untuk melaksanakan tugasnya di bumi ini, yaitu merawat alam. Dengan sejuta pemikiran, manusia telah berhasil menciptakan beberapa alat yang fungsinya merawat alam atau sebaliknya, yang kita sebut dengan teknologi. Sebagian besar teknologi mengkin sangat besar manfaatnya bagi umat manusia, tetapi manusia itu sendiri tidak melihat dampaknya bagi lingkungan. Berkembangnya pertambahan populasi manusia juga membuat alam kita semakin rusak. Beberapa hari yang lalu kita telah merayakan hari bumi. Memaknai hari bumi salah satunya adalah dengan merawat serta menjaga lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, memakai kendaraan umum, mengurangi jumlah polusi udara, melestarikan hewan dan tumbuhan, dan sebagainya.

pemukiman-padat-penduduk 

Cerpen untuk BKKBN

Sebelum saya memulai wacana eksposisi ini lebh jauh, saya akan bercerita sedikit mengenai pengalaman kecil saya yang mungkin sangan perarti untuk pelestarian lingkungan.

  ... Tepat pukul 4.30 aku bangun dan bergegas mandi untuk bersiap berangkat sekolah. Setelah makan, aku langsung berjalan kaki menuju pangkalan armada angkutan umum sejauh kurang lebih 1 km dari rumah saya. Kira-kira pukul 5.30 aku berangkat dari rumah. Jalan kaki adalah salah satu cara untuk mengurangi polusi udara. Selama diperjalana, aku jarang menjumpai taman, atau pohon-pohon besar. Walau aku tinggal di desa, tapi seolah-olah desaku telah berubah 180 derajat. Tak ada lagi sawah dan ruang terbuka hijau, yang ada hanyalah jejeran rumah semi elite dan toko toko di pinggir jalan. Setelah sampai, aku langsung masuk ke angkot. Angkot adalah saalah satu transportasi umum yang tentunya akan mengurangi kemacetan akibat pertambahan penduduk. Sekolahku bukanlah jarak yang dekat, 12 km jauhnya. Selainitu, aku juga menggunakan sepeda di lain waktu untuk berangkat sekolah. Tentunya untuk mengurangi polusi udara. Jalan yang rusak di perbatasan kota-kabupaten biasa kami angkoters lalui. Mungkin karena jumlah kendaraan yang makin menjadi, diiringi dengan pertambahan penduduk. Polusi juga tidak menghalangiku sekolah. Polusi udara karena asap motor dan mobil, dan polusi tanah karena sampah.


https://jueniver.files.wordpress.com/2011/03/kepadatan-penduduk.jpg
Udah dulu ya, story tellingnya. Oh ya, saya ini anak pertama dari 2 bersaudara. Adik saya juga laki-laki seperti saya. Ibu saya ikut program KB "2 anak lebih baik" untuk membantu program BKKBN mencegah pertambahan penduduk Indonesia dan angka kemiskinan di Indonesia. Tonton Video ini agar lebih jelas mengenai dampak pertambahan populasi penduduk lengan pelestarian lingkungan

Hubungan Manusia dan Pelestarian Alam

Hubungan manusia dengan pelestarian alam bisa diuraikan menjadi 3 bagian yaitu,
  1. Manusia dengan Teknologi. Manusia membutuhkan teknologi untuk membantu pekerjaan manusia. Teknologi juga membutuhkan manusia sebagai pembuat, penyalur, dan pemakai.
  2. Teknologi dengan Alam. Teknologi membutuhkan alam sebagai bahan baku pembuatannya. Alam juga membutuhkan teknolohi untuk membangun, merawat, dan memperbaiki bukan untuk merusak. Teknologi memiliki peran pasif untuk alam.
  3. Manusia dengan Alam. Manusia sangan membutuhkan alam sebagai tempat hidup dan bertahan hidup. Alam juga membutuhkan manusia untuk menjaga, dan merawat alam. Manusia memliki peran aktif untuk alam.
Untuk Judul kedua insya allah akan saya ketik minggu depan. Lomba ini dipersembahkan oleh BKKBN.

Lomba Blog BKKBN Berhadiah Uang 15 Juta Rupiah
Manusia sebagai makhluk hidup ciptaan tuhan yang sempurna dan diberikan akal pikiran untuk melaksanakan tugasnya di bumi ini, yaitu meraw...
/ 15.46 / 0 Komentar
Assalamu alaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Om Swastiastu

Smartphone (Telepon Pintar) Membuat Kita Bodoh

Smartphone atau telepon pintar saat ini mulai populer baik di kalangan remaja, dewasa, anak-anak bahkan lansia sekalipun. Hampir semua orang mempunyai smartphone saat ini bahkan sampai ada di saku celananya atau di tas setiap saat. Bahkan tidak ada satu detikpun yang dilewatkan mereka tanpa smartphone. Selfie, Chat, main game, searching, nonton youtube adalah sebagian fungsi dari smartphone yang sebenarnya tidak ada gunanya dan hanya akan membuat kita semakin bodoh. Ini dibuktikan melalui argumentasi-argumentasi di bawah ini :

Argumentasi

Smartphone membuat kita malas  

Smartphone membuat kita malas. Tentunya malas dalam berfikir. Contoh mudahnya adalah kalkulator dan google. Jika kita memppunyai tugas, kita tidak menggunakan akal pikiran kita untuk berfikir atau menghitung, kita lebih memilih kalkulator scientific. Atau dalam contoh lain, kita juga lebih memilih google dibanding mencarinya di buku yang sudah kita beli mahal-mahal. Smartphone juga membuat kita malas menulis, kita lebih memilih memfoto buku dan menyimpannya di folder smartphone. Atau dalam contoh lain kita dalam mencari terjemahan, kita pasti lebih memilih google translate dibanding mencarinya di dalam kamus. Smartphone bukannya memudahkan pekerjaan kita, tetapi malah membuat kita semakin malas untuk bekerja.

Smartphone membuat kita lupa waktu

 Smartphone membuat kita lupa waktu. Saat kita sedang bermain smartphone, kita seperti lupa waktu. Main satu jam dianggap lima menit. Menurut riset yang ada, Smartphone memiliki efek kecanduan yang melebihi rokok dan narkoba sehingga kita sering berlama-lama dengan smartphone. Kita jadi lupa waktu gara-gara main game, chat, atau apapun itu dan akhirnya tidak mengerjakan tugas.

Smartphone membuat kita seperti "Orang Gila"

 Smartphone membuat kita seperti "orang gila". Coba kalian perhatikan gaya kalian saat selfie (Self Phothography" Apa pendapat kalian? Seperti "orang gila"kah? Lalu kalian upload foto kalian tersebut ke media sosial seperti facebook, twitter, atau Instagram. Apakah kalian tidak malu?

Smartphone membuat kita boros   

 Smartphone membuat kita boros. Kita mau saja menuruti apa yang smartphone kita mau. Misalnya kamu ingin mendownload suatu aplikasi (sebut saja COC) tetapi kamu tidak memiliki Cukup kuota, maka kamu akan membeli kuota terlebih dahulu dan melanjutkan mendownload.

 Kesimpulan

Dengan demikian, terbukti bahwa smartphone hanya akan membuat kita semakin bodoh. Sebenarnya itu juga tergantung pada penggunanya. Jika kita menggunakannya dengan bijak dan pada waktu dan tempat yang tepat maka smartphone kita itu akan lebih bermanfaat. Sebaliknya jika kalian menggunakan smartphone secara sembarangan maka smartphone itu tidak akan bermanfaat. Jadi gunakanlah smartphone anda dengan bijak.


Salam M1CRO
Semoga Bermanfaat

Wassalamu alaikum wr. wb.

"Lomba ini diselenggarakan oleh IDCopy.net dan Eliska.id "
Banner Lomba Giveaway Kolaborasi EliskaShop dan IDCopy - JANGAN DIHAPUS!!
Assalamu alaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua Om Swastiastu Smartphone atau telepon pintar saat ini mulai populer baik...
/ 09.31 / 0 Komentar
Adakah Potensi Kehidupan Diluar Bumi?
Saya akui bahwa perbincangan mengenai antariksa itu sangat menarik untuk diikuti karena sampai saat ini detik ini juga kita tidak tahu dimana ujung alam semesta ini, apa yang ada diluar sana? apa yang terjadi? apakah ada kehidupan lain selain di bumi? dalam perbincangan kali ini saya akan membawa anda, membuka pikiran anda semua tentang potensi kehidupan diluar bumi, ini hanyalah asumsi dan perkiraan karena belum ada bukti pasti mengenai awal mula kehidupan di alam semesta ini, saya hanya akan membuat gambaran dan mempermudah anda menalar awal kehidupan di bumi dan alam semesta.

Untuk mempermudah anda semua dalam mengikuti perbincangan kali ini, saya akan membagikan pembahasan kali ini kedalam 3 Topik pembicaraan, antara lain :
  1. Komponen penyusun kehidupan
  2. Penalaran luar angkasa dari sudut pandang Bumi
  3. Potensi Kehidupan di luar planet Bumi

Komponen penyusun kehidupan

Tentunya untuk membicarakan tentang potensi kehidupan diluar bumi dan menganalisa luar angkasa kita perlu mengetahui apa komponen komponen penyusun kehidupan, apa yang membuat kehidupan itu ada. Maksudnya, jika makhluk hidup dari mulai domain Bakteria, Archaea dan Eukarya telah berhasil berkembang biak dan menghasilkan spesies yang beraneka ragam yang kaya di planet Bumi ini. Maka perlu kita telaah dulu mengapa hal itu bisa terjadi, dengan harapan bahwa skenario yang sama atau mirip juga terjadi di luar angkasa atau di planet lain.

Pertama tama, saya menekankan bahwa BELUM diketahui pasti awal mula kehidupan ini terbentuk. Sejauh yang kita ketahui unsur yang terpenting adalah Carbon (C), dengan kata lain, sejauh ini diketahui bahwa seluruh yang ada di bumi ini mengandung karbon sebagai material dasarnya. Kenapa karbon? karena karbon inilah yang dibutuhkan untuk membetnuk senyawa-senyawa yang dibutuhkan untuk membentuk mahluk hidup seperti Glukosa, Karbohidrat, Lemak, Asam Amino, Protein, dll.

Selain karbon, yang paling dibutuhkan selanjutnya adalah air (H2O) dalam bentuk cair, Kenapa air? air merupakan unsur penting bagi mahluk hidup karena air berperan sebagai pelarut yang baik dan itu penting untuk kelangsungan kerja sel kita. Selain itu air juga berperan dalam ikatan DNA seluruh mahluk hidup melalui ikatan Hidrogen. Tanpa air, sel-sel tubuh mahluk hidup tak akan bisa bekerja.

Lantas bagaimana caranya senyawa-senyawa tersebut bisa ada di Bumi? Untuk senyawa organik beberapa ilmuwan berpendapat bahwa senyawa-senyawa tersebut terbentuk dari senyawa-senyawa an-organik yang ada saat kehidupan pertama terbentuk (Sekitar 3,5-3,8 Milyar tahun yang lalu). Namun belakangan ini ada sebuah hipotesa yang mengatakan bahwa senyawa-senyawa komponen penyusun kehidupan itu belum tentu berasal dari bumi, tapi dapat juga karena terbawa oleh Asteroid, karena berdasarkan bukti-bukti terkini, ternyata ditemukan senyawa-senyawa tersebut, termasuk juga Air, ternyata terdapat dalam Asteroid!

 Sedangkan seperti yang kita ketahui, dulu, sekitar 3,8 Milyar tahun lalu bumi dihujani meteor dalam jumlah yang super banyak, peristiwa tersebut disebut dengan Late Heavy Bombardment. Nah, sekarang para ilmuwan menduga bahwa peristiwa itu telah membawa air dan senyawa organik yang banyak dan bisa menjadi bahan untuk membangun kehidupan di bumi sampai terlihat seperti sekarang ini.

Berikut adalah ilustrasi dari peristiwa Late Heavy Bombardment
Late Heavy Bombardment
Mungkin sekarang muncul pertanyaan di kepala anda, "jika dulu kehidupan terbentuk dari senyawa kimia, apakah kita bisa mensimulasikan hal yang sama dapat terjadi saat sekarang ini?". Sayangnya hal itu sulit direalisasikan, kenapa? Karena keadaan planet Bumi ini jauh berbeda saat kehidupan muncul pertama kali di bumi (3,8 Milyar tahun yang lalu) dengan keadaan Bumi saat sekarang. Apa bedanya? Yang paling signifikan adalah kondisi Planet Bumi yang sekarang memiliki kadar oksigen yang tinggi di atmosfer, dimana kadar oksigen yang tinggi ini justru buruk bagi proses terbentuknya kehidupan.

Kenapa begitu? Bukankah oksigen adalah penunjang utama kehidupan? Dalam hal ini, oksigen memiliki peran lain, yaitu merupakan oksidator atau perusak proses yang kuat dan bisa dengan mudah mengoksidasi senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan. Dengan begitu, konsekuensinya, "kehidupan" tidak dapat terbentuk dengan kondisi Bumi seperti sekarang ini.

Selain hipotesa di atas, ada sebagian ilmuwan lain yang menduga bahwa hydrothermal vent merupakan skenario yang lebih tepat untuk menggambarkan munculnya kehidupan pertama kali. Apa itu Hydrothermal Vents? Hydrothermal Vents adalah retakan di permukaan planet yang secara geothermal memanaskan perairan. Lalu apa hubungannya dengan skenario kemunculan kehidupan? Hipotesis ini muncul karena di sekitar hydrothermal vent terdapat konsentrasi bahan organik yang sangat tinggi, dan panas dari hydrothermal vent ini memberikan cukup energi untuk kehidupan dapat terbentuk.


Berikut adalah gambar dari Hydrothermal Vents
Hydrothermal Vents

Terlepas dari berbagai hipotesa yang sekarang masih dalam proses pembuktian lebih dalam, semua hipotesis tersebut memiliki kesamaan yaitu kehidupan pasti muncul di air yang memiliki konsentrasi bahan organik tinggi dan mendapatkan energi yang sangat besar dari aktivitas vulkanik. Dari situ diduga kehidupan awal yang muncul adalah bakteri yang sangat sederhana, setelah mengalami proses yang panjang baru muncul organisme-organisme yang dapat berfotosintesis dan menghasilkan oksigen, diduga organisme fotosintesis baru muncul pada 2,7milyar tahun yang lalu. Dengan berbekal pengetahuan ini, kita berangkat dengan asumsi bahwa kehidupan di luar planet bumi ini juga memiliki "syarat-syarat" yang juga mirip dengan yang ada di Bumi. 

2. Penalaran luar angkasa dari sudut pandang bumi

Setelah membahas tentang komponen penyusun kehidupan, berikutnya kita akan membahas tentang definisi dari "luar angkasa" itu sendiri. Kalo kita melihat langit pada malam hari, kita dapat melihat bintang yang jumlahnya sangat banyak. Tapi pernahkah anda penasaran, bintang yang kita lihat itu ada berapa banyak jumlahnya? Seribu, sepuluh ribu, Sejuta, Semilyar, Setrilyun? Seberapa luas kah arti dari kata "luar angkasa" itu? Sampai mana kah ujung dunia yang kita ketahui? Tentu dengan mengetahui seberapa luas alam semesta ini, kita bisa juga memperkirakan seberapa besar potensi atau kemungkinan adanya kehidupan lain di luar planet bumi.

Oke untuk memberi gambaran seberapa luas alam semesta tempat kita hidup ini saya akan memberi sedikit gambaran tentang lokasi "rumah" kita di alam semesta. Pertama yang kemungkinan besar agan semua ketahui adalah kita hidup di salah satu sistem tata surya (solar system) dimana tata surya kita berada dalam pusaran galaksi bima sakti (milky way). Tolong bedakan tata surya dengan galaksi, mungkin sebagian dari kita masih bingung apa itu galaksi dan apa itu tata surya, Tata Surya (Solar System) adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar, dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Sedangkan Galaksi adalah sekelompok bintang yang membentuk suatu sistem, terdiri atas lebih dari satu benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggota galaksi yang beredar mengelilingi secara teratur. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem tata surya adalah sebuah sistem yang terpusat pada 1 bintang yaitu matahari dan memiliki 8 buah planet, 5 dwarf planet, dan banyak komet serta asteroid mengitarinya. Sementara itu, matahari (yang notabene adalah sebuah bintang) sebetulnya cuma salah 1 dari sekitar 100–400 milyar bintang yang mungkin terdapat didalam galaksi milky way!! Lebih lagi, galaksi milky way kita ini hanya 1 dari 1200-2000an galaksi yang berada di dalam virgo supercluster (kumpulan galaksi). Bisa dibayangkan sekecil apakah kita? Bukan hanya itu, Virgo Spercluster inipun ternyata hanya satu dari kira-kira 10 juta supercluster yang bisa kita ketahui saat ini!

Mengapa dikatakan yang kita ketahui saat ini? Iya, karena sebetulnya sampai saat ini kita masih belum bisa melihat ujung dari alam semesta ini, karena informasi yang kita dapatkan adalah cahaya yang kita tangkap dari Bumi. Sementara itu, cahaya terjauh yang telah kita tangkap adalah 46.6 Milyar tahun cahaya. Lebih jauh dari itu, bukan berarti tidak ada apapun, namun lebih tepatnya belum diketahui hingga saat ini.

Coba simak video berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jelasnya lagi
https://youtube.com/watch?v=xeIVGx7wpNw

Sudah dapat membayangkan bagaimana "Besar" nya kita? mari kita lanjut ke topik yang selanjutnya.

3. Potensi kehidupan diluar bumi

Setelah anda mengetahui komponen penyusun kehidupan dan juga betapa luasnya alam semesta kita ini, sekarang kita masuk ke menu utama kita yaitu potensi kehidupan di luar planet bumi. Sampai saat ini, hanya planet bumi satu-satunya tempat yang kita tau kehidupan bisa ada dan bertahan. Mungkin diantara anda ada yang bertanya-tanya, kenapa bumi? Apa yang spesial dari kondisi bumi sehingga kehidupan bisa muncul dan ber evolusi di bumi? Mungkin ga sih diluar sana ada "bumi lain" tempat kehidupan bisa ada di alam semesta ini? Sebagian besar dari alam semesta ini tidak bisa di jadikan tempat hidup, tapi kenapa bumi kita bisa ideal untuk kehidupan ini? Jawabannya adalah karena bumi berada di zona yang tepat. Nah zona itu di namain dengan Habitable Zone.

Habitable Zone
Sebagian besar dari alam semesta ini jelas tidak dapat dihuni bagi manusia, karena memang kebanyakan isinya ruang vakum sehingga tidak mungkin dihuni, baik manusia maupun makhluk hidup manapun yang kita ketahui di Bumi. Lalu planet-planet gas seperti Jupiter, Mercury, dan lainnya juga tidak mungkin untuk dihuni, jadi yang bisa dihuni itu planet seperti apa sih? Berdasarkan komponen penyusun kehidupan yang telah kita bahas pada point 1, para ahli astrobiologi berpikir bahwa terdapat beberapa "persyaratan" agar kehidupan bisa terbentuk dalam sebuah lingkungan di luar Bumi. Pertama, hal yang paling mendasar dibutuhkan adalah air yang berbentuk cairan (suhu sekitar 0 derajat C-100 derajat C). Air yang berada dalam bentuk cairan itu jadi kunci supaya kehidupan bisa muncul untuk pertama kali, dari situ para saintis merumuskan yang namanya habitable zone/goldilocks zone yaitu zona dimana air bisa bertahan dalam bentuk cair.
Habitable Zone
Keberadaan air dalam bentuk cair bisa terjadi di suatu planet jika planet tersebut berada di jarak yang tepat dari bintang-nya. Pemahamannya seperti ini, kalau suatu planet atau satelit itu letaknya terlalu dekat dengan bintang-nya, suhu planet itu akan terlalu panas jadi air akan menguap, sementara kalau jaraknya terlalu jauh dari bintangnya maka airnya akan membeku semua. Jarak ideal agar air dalam bentuk cair ini dipengaruhi juga dengan index kecerahan bintang. Semakin cerah bintang maka habitable zone akan semakin jauh dari bintang tersebut. Untuk suatu tempat bisa memiliki air dalam bentuk cair, maka tempraturnya harus sekitar 0 derajatC-100 derajat C. Tetapi jika kita menghitung suhu bumi dengan formula untuk menacari suhu efektif (dalam Kelvin), suhu bumi seharusnya 255 derajat K atau -18 derajat C, Mengapa begitu dingin? Tapi mengapa suhu bumi tidak -18 oC? Ternyata ini dipengaruhi oleh keberadaan atmosfer, dan di atmosfer bumi terdapat gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan CH4. Gas-gas itu lah yang membuat bumi bisa "hangat" seperti. Jadi para ilmuwan merumuskan gas-gas rumah kaca itu juga harus diperhitungkan untuk dapetin nilai suhu planet yang tepat.

Lalu apakah ada planet lain selain bumi yang berada di habitable zone? Nah ternyata menurut NASA ada, dan planet-planet tersebut juga planet berbatu seperti bumi yaitu planet Gliese 581d dan HD85512b. Berarti ada kemungkinan bahwa ada alien diluar sana? Tunggu dulu, peneliti NASA sampai saat ini belum dapat menentukan apakah Gliese 581d dan HD85512b itu pasti layak untuk dihuni atau tidak. Dikarenakan sampai sekarang ini, kita belum mengetahui berapa tepatnya CO2 yang ada di atmosfer kedua planet tersebut. Selain itu, ada beberapa hal lain yang menjadi pertimbangan selain habitable zone, yaitu massa dari kedua planet itu sangat besar, jadi gravitasinya juga pasti lebih tinggi dari bumi.

Lalu apa hubungannya massa sebuah planet dengan potensi kehidupan? Penjelasannya kita gunakan contoh planet tetangga kita yaitu Mars. Secara hitungan di atas kertas, Mars sebetulnya masuk ke daerah habitable zone, hanya saja medan magnet di planet Mars lemah dan juga massanya relatif kecil. Akibatnya, Mars tidak memiliki "perisai" yang melindungi atmosfer dari radiasi matahari dan juga mengalami kesulitan untuk mempertahankan atmosfernya. Itulah sebabnya, Mars mengalami kekeringan dan airnya sekarang habis.

Tapi bukan berarti Mars gagal sepenuhnya sebagai tempat penyokong kehidupan. Karena sebetulnya, jutaan tahun yang lalu diperkirakan memang ada air dalam bentuk cair di Mars. Selain itu, karakteristik vulkanik dari planet itu mirip bumi yang berarti substratnya banyak mengandung material organik. Jadi kemungkinan besar jutaan tahun yang lalu ada mahluk hidup di Mars, minimal dalam bentuk bakteri.

Kehidupan diluar Habitable Zone 
Ilmuwan sebelum tahun 70an menyatakan bahwa sangat tidak mungkin ada kehidupan disekitar Hydrothermal Vents yang diketahui memiliki suhu yang tinggi dan sangat beracun dan tidak ada oksigen, tetapi ternyata, kita dapat menemukan kehidupan disekitar Hydrothermal Vents! lantas apakah mungkin kita dapat hidup diluar habitable zone?
Berikut adalah cuplikan kehidupan disekitar Hydrothermal Vents

Jadi masih ada kemungkinan untuk kita hidup di tempat lain di alam semesta ini karena masih banyak tempat yang memilikikondisi seperti itu, dan ternyata memang ada, bahkan letaknya tidak terlalu jauh dari bumi. Karena keadaan yang mirip dengan hydrothermal vent itu juga ada di beberapa satelit yang ada di sistem tata surya kita.

Salah satu satelit yang diduga mempunyai lautan di bawah lapisan es di permukaannya yaitu bulan Europa (Satelit dari planet Jupiter). Di bawah lapisan es Europa setebal 10-15km, diduga terdapat laut yang dalam (sekitar 100km). Kenapa bisa? Bukankah bulan Europa jauh dari matahari?Kenapa masih terdapat air dibawah lapisan es-nya? Keberadaan air dalam bentuk cair ini diduga diakibatkan oleh tidal heating yang artinya gesekan antara inti Europa dengan lapisan di atasnya, gesekan ini muncul karena adanya perbedaan rotasi nya satelit dengan gerak satelit tersebut mengelilingi jupiter. Panas yang dihasilkan oleh gesekan itu yang membuat es jadi mencair dan membentuk lautan yang luas. Nah di dasar lautnya bulan Europa ini hasil dari panas gesekan itu ada yang membentuk gunung api vulkanik, ada juga yang yang berbentuk hydrothermal vent. Pada tempat-tempat seperti itulah diduga kehidupan di bulan Europa akan ditemukan.

Berikut adalah struktur bulan Europa
Europa
Berdasarkan fakta yang kita ketahui sekarang tentang bulan Europa yang juga memiliki laut dan juga aktivitas vulkanik di dasar lautnya, bisa dibilang bahwa Europa memiliki kondisi yang memungkinkan untuk bakteria, dan mahluk-mahluk bersel satu bisa muncul. Jika organisme bersel satu bisa idup, bisa aja organisme-organisme tersebut dapat mengubah keadaan laut di satelit Europa jadi bisa menyokong kehidupan yang lebih kompleks, seperti yang terjadi di bumi ini.

Sampai dengan saat ini, NASA udah menargetkan tahun 2020 akan mengirim wahana yang dapat menjelajah di lautan Europa sana. Jadi mungkin saja dalam waktu kurang lebih 5 tahun lagi, kita akan menemukan kehidupan pertama di luar planet bumi. Kalau ternyata di Europa ada kehidupan, berarti kemungkinan besar di tempat-tempat yang mirip seperti itu seperti satelit Ganymade, Enceladus dan tempat-tempat lain yang mirip seperti juga mengandung kehidupan. Jadi mungkin saja kehidupan, apalagi kehidupan tingkat rendah (bersel satu) itu tidak terlalu langka di alam semesta ini.
Sekian saja ulasan tentang Potensi Kehidupan Diluar Bumi, semoga bisa membuka pikiran anda tentang alam semesta ini, bagaimana ini bermula, dan bagaimana ini terbentuk, dengan membaca artikel ini diharpkan kalian dapat mendapatkan gambaran betapa kecilnya kita di alam ini, dan betapa rumitnya sang pencipta menciptakan kita, namun tak ada kerumitan yang berarti dimata sang pencipta. Sempatkanlah waktu kosong anda untuk berpikir "ada apakah diluar sana?" bukalah rasa penasaran anda dan mulai lah mencari kebenaran.
Saya akui bahwa perbincangan mengenai antariksa itu sangat menarik untuk diikuti karena sampai saat ini detik ini juga kita tidak tahu dim...
/ 23.31 / 0 Komentar